Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2020

Air Terjun Merah, Objek wisata tersembunyi di Sampit Kalimantan Tengah

Air Terjun Merah, Objek wisata tersembunyi di Sampit Kalimantan Tengah

Air Terjun Merah kalap gadur


Kawasan Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit Kalimantan Tengah, ternyata tidak hanya memiliki destinasi wisata berupa pantai nan indah, ternyata ada potensi wisata lain yang sangat unik dan masih belum banyak diketahui orang. Yakni, air terjun merah. Masyarakat setempat menyebutnya air terjun merah, karena warna airnya yang kemerahan.

Spot wisata ini terletak di kampung Kalap Gadur. Air nya yang berwarna kemerah-merahan dan sangat jernih ini mengalir dengan deras dari atas tebing yang hanya setinggi sekitar tiga meter. Warnanya yang merah karena mengalir dari tanah gambut.

Saat panas terik, suara gemuruh dan gemericik dari air yang berasal dari wilayah hulu hutan pedalaman ini, memberikan nuansa alami yang berbeda. Lokasi ini belum banyak diketahui oleh masyarakat luar daerah tersebut. Sehingga suasananya masih terasa sangat alami, asri & eksotis.


AIr terjun Merah Ujung Pandaran


Saat musim hujan, debit air semakin banyak, air terjun akan semakin deras & indah. Jika kemarau tidak terlalu deras, karena debit air berkurang.

Untuk mencapai lokasi air terjun  merah di Kampung Kalap Gadur, dapat ditempuh dari Desa Ujung Pandaran menuju arah Kabupaten Seruyan. Hanya dibutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit atau sejauh 20 kilometer, baik dengan mengendarai mobil maupun sepeda motor.

Sebelum sampai di spot air terjun tersebut, kita akan melewati padang rumput yang sangat luas, disini kita akan disajikan sensasi seakan-akan sedang mengarungi padang savana hijau dengan pemandangan yang masih sangat alami.


Padang Savana kalap Gadur


Air yang turun langsung mengalir ke sungai kecil hingga menuju ke bibir pantai. Potensi ini sangat bagus jika dikembangkan sebagai bagian dari objek wisata pantai ujung pandaran, yakni wisata darat dan laut. sehingga bisa menjadi salah satu Pariwisata andalan kabupaten Kotawaringin Timur.

Setelah puas bermain air di air terjun merah, kita juga bisa meneruskan petualangan ke destinasi wisata lainnya yaitu Pantai Sungau Bakau, yang ada di wilayah Kabupaten Seruyan (tetangga Kabupaten Kotawaringin Timur). Berjarak kurang lebih 40km dari pantai ujung Pandaran.


Pohon Cemara kalap gadur


Sepanjang Jalan dari ujung pandaran sampai ke kota Kuala pembuang kabupaten seruyan ini terkenal begitu indah. Kita akan disajikan pemandangan alami nan eksotis yang tidak akan ditemukan di wilayah lainnya di Kalimantan tengah. Karena sepanjang jalur tersebut, Kita akan menyusuri jalan di tepian pantai, dengan pemandangan pantai & laut luas di sebelah kiri, dan padang savana hijau yang luas di sebelah kanan.


Padang Savana kalap


Di beberapa spot sepanjang jalan ditumbuhi juga pohon-pohon cemara yang makin menambah keindahan pemandangannya.

Seperti apakah sensasi menyusuri sepanjang jalan menuju pantai Bakau ini?? Akan saya bahas di artikel selanjutnya.

Kalian bisa melihat langsung pemandangan Air terjun merah di video berikut ini :




Baca selengkapnya

Minggu, 15 Desember 2019

Video Relaksasi menikmati keindahan suasana alam desa Pandean Trenggalek

Video Relaksasi menikmati keindahan suasana alam desa Pandean Trenggalek

Sungai Konang Kecamatan Dongko desa Pandean Trenggalek


Sebelum menonton Video ini Sebaiknya Pasang Headset/ Earphone kalian dan jangan pejamkan mata, karena disini tidak hanya menyajikan suara alamnya saja tapi juga video pemandangan alam.

Nah teman-teman kali ini saya ingin mengajak kalian Relaksasi, Refreshing sejenak menikmati keindahan suasana alam di Sungai konang, yang berlokasi di desa Pandean Kecamatan Dongko kaupaten Trenggalek Jawa Timur.

Baca Juga Artikel sebelumnya : Ada sungai dengan pemandangan indah di desa Pandean Trenggalek

Kabupaten Trenggalek memang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah. Banyak terdapat tempat wisata yang menyajikan pemandangan indah yang masih alami nan eksotis di wilayah ini, dari mulai wisata pantai, pegunungan, gua-gua, hutan magrove, dll.

Selain yang sudah terkenal diatas, masih bnyak terdapat spot-spot indah di daerah ini, ada sebagian yang sudah ditemukan dan ada yang masih tersembunyi & belum terjamah manusia, menunggu untuk ditemukan dan menjadi tempat wisata baru.

Lihat Foto-fotonya disini :
Menikmati keindahan sungai Konang di desa Pandean Trenggalek

Di video kali ini saya ingin mengajak kalian menikmati suasana alam di salah satu spot yang menurut saya begitu indah, yaitu sungai konang yang ada di desa Pandean. Tempat ini menyajikan pemandangan yang masih sangat alami. ada aliran sungai dengan curug-curug kecil dengan bertaburan batu-batu kali dari yang sangat besar sampai yang kecil, sehingga menimbulkan suara gemericik air yang mengalir sepanjang sungai, dikelilingi pepohonan lebat di kanan kiri nya, samar-samar terdengar suara burung bersahutan, membuat suasana serasa benar-benar ada di pedalaman hutan, apalagi tempat ini masih sangat sepi, yang jauh dari keramaian hiruk pikuk kota.

Benar-benar tempat yang pas buat Refreshing, Relaksasi menenangkan fikiran dari kesumpekan & permasalah2 sehari-hari di tempat kerja.

Selamat menikmati.



Baca selengkapnya

Rabu, 13 November 2019

Menikmati keindahan sungai Konang di desa Pandean Trenggalek

Menikmati keindahan sungai Konang di desa Pandean Trenggalek



Pada postingan kali ini saya ingin mengajak Anda menikmati Keindahan suasana sungai Konang yang eksotis karena masih sangat alami, melalui foto-foto yang sudah saya abadikan saat berkunjung kesana.

Seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan sebelumnya tentang suasana sungai Konang yang lokasinya berada di desa Pandean kecamatan Dongko Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur.


Berikut Foto-foto suasana Indah & eksotisnya pemandangan alam sungai Konang ( Klik pada gambar untuk memperbesar ) :




Foto di atas adalah Jalan Desa Pandean untuk menuju ke Lokasi, kurang lebih sekitar 100-200 meter sebelum Balai desa, tepatnya bisa berhenti di depan Madrasah & Musholla Darul Ulum.




Bagi yang berkendara sebaiknya diparkir di depan sekolah madrasah atau di depan musholla, karena untuk menuju ke sungai kita harus melewati jalan kecil yang menurun dan lumayan curam. Bisa berbahaya jika tidak terbiasa dengan turunan-turunan curam yang banyak terdapat di daerah ini.




Sesampainya di lokasi kita akan menemui banyak spot-spot berbeda yang bagus buat berswafoto ataupun membuat foto landscape, seperti kali dengan air yang jernih dihiasi bebatuan besar & kecil disepanjang alirannya, area persawahan di sisi atasnya dengan pepohonan rindang di sisi-sisi lainnya & pemandangan pegunungan hijau di kejauhan.






Selain menikmati suasana yang tenang & pemandangan indah, di tempat ini juga sangat nyaman untuk relaksasi, beristirahat sejenak dari kepenatan pekerjaan sehari-hari, keriuhan & kemacetan kota.



Suara gemericik air yang menyeruak di sela-sela bebatuan & mengalir ke tempat yang lebih rendah, membuat fikiran menjadi lebih tenang dan fresh kembali.




Nah smpai disini dulu jalan-jalan kita ke sungai Konang Trenggalek ini. Di lain kesempatan kita akan traveling lagi ke spot-spot yang tak kalah indah lainnya.

Untuk Videonya bisa dilihat disini :
Baca selengkapnya

Minggu, 27 Oktober 2019

Ada sungai dengan pemandangan indah di desa Pandean Trenggalek

Ada sungai dengan pemandangan indah di desa Pandean Trenggalek


Desa Pandean Kecamatan Dongko kabupaten Trenggalek ternyata banyak menyimpan keindahan alam nan eksotis karena masih belum banyak terjamah oleh para wisatawan baik dalam maupun dari luar daerah. Salah satunya adalah Sungai Konang di desa Pandean ini.

Namanya memang mirip tempat wisata yang juga terkenal di Trenggalek, yaitu pantai Konang. Itu saya ketahui dari warga lokal, yaitu mas Wid yang kebetulan Abang Ipar saya sendiri. Katanya disebut sungai Konang karena aliran sungai ini yang mengalir sampai ke daerah Pantai Wisata Konang yang ada di daerah Panggul Trenggalek, beberapa kilometer dari desa pandean.


Walaupun sudah beberapa kali saya berkunjung ke desa ini, tapi baru kali ini mengetahui ada sungai atau kali yang sangat indah pemandangannya ini. Menurut saya sangat cocok untuk dijadikan tempat wisata. Di tempat ini selain menyajikan pemandangan yang indah & alami kita juga bisa menenangkan diri sambil mendengarkan suara gemericik aliran air, karena tempatnya sangat tenang & sepi.

Saat kami berkunjung ke tempat ini, airnya sedang surut jadi tidak bisa buat berenang karena airnya sedikit. Hanya bisa menikmati Pemandangan sambil berfoto selfie bersama keluarga. Mungkin jika air sedang pasang bisa main air sambil berenang.


Bagi Anda para Traveler yang suka berpetualang & mengunjungi tempat-tempat baru yang instagramable, jika ingin mengunjungi tempat ini, tidak terlalu sulit menemukan lokasinya.
Dari kota Trenggalek bisa langsung menuju ke desa Pandean kecamatan Dongko, sekitar 1 jam perjalanan. Lokasi tidak begitu  jauh dari balai desa atau kelurahan Pandean, sekitar 50-100 m sebelum kantor kelurahan tersebut.


Jalan menuju lokasi tepat di sebelah Sekolah Madrasah & Musholla Darul Ulum.  Anda bisa langsung turun melalui jalan di sebelah Musholla tersebut. 

Untuk melihat lebih banyak foto-foto suasana sungai Konang bisa dilihat disini :

Baca selengkapnya

Kamis, 21 April 2011

Ke Jembatan Suramadu Surabaya~Jatim

Ke Jembatan Suramadu Surabaya~Jatim


Jembatan Nasional Suramadu

 
Adalah jembatan yang melintasi selat Madura, menghubungkan antara Pulau jawa di Suarabaya dengan Pulau Madura di Timur Kamal kabupaten bangkalan, Jawa Timur.

Panjangnya 5,438 M / 5 Km Lebih, jadi Jembatan Suramadu ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini yang membelah Laut, yaitu Selat Madura.

awal pembangunannya, Jembatan ini diresmikan oleh Presiden ke 5 RI, Megawati Sukarnoputri pada 20 Agustus 2003, walau sebenarnya perencanaannya sudah sejak zaman Presiden Suharto, yang ide awalnya diutarakan oleh Gubernur Jatim Era 
1967 - 1976-an, Bapak Raden Panji Mohammad Noer atau yang biasa disebut Cak Noer, dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrstruktur & ekonomi di Madura.

Setelah selesai, akhirnya jembatan ini diresmikan pembukaannya oleh Presiden ke 6 RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini menghabiskan sekitar 4,5 Triliun rupiah.


Pembuatan jembatan ini dilakukan dari tiga sisi, yaitu sisi Madura, sisi Surabaya, dan bentang tengah yang terdiri dari Main Bridge dan Approach Bridge. Konstruksi Suramadu pada dasarnya adalah gabungan dari tiga jenis jembatan dengan panjang keseluruhan mencapai 5,438 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter.

Jembatan ini dibagi menjadi empat jalur dua arah, selebar 3,5 meter dengan dua jalur darurat selebar 2,75 meter, juga menyediakan jalur khusus pengendara sepeda motor di setiap sisi luar jembatan.

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge).

Jembatan penghubung (approach bridge)
Jembatan penghubung atau approach bridge menghubungkan jembatan utama dengan jalan layang. Jembatan terdiri dari dua bagian dengan panjang masing-masing 672 meter. Jembatan ini menggunakan konstruksi penyangga beton kotak sepanjang 80 meter tiap bentang dengan 7 bentang tiap sisi yang ditopang pondasi penopang berdiameter 180 cm.

Jalan layang (causeway)
Jalan layang atau Causeway dibangun untuk menghubungkan konstruksi jembatan dengan jalan darat melalui perairan dangkal di kedua sisi. Jalan layang ini terdiri dari 36 bentang sepanjang 1.458 meter pada sisi Surabaya dan 45 bentang sepanjang 1.818 meter pada sisi Madura. Jalan layang ini menggunakan konstruksi penyangga PCI dengan panjang 40 meter tiap bentang yang disangga pondasi pipa baja berdiameter 60 cm.

Jembatan utama (main bridge)
Jembatan utama atau main bridge terdiri dari tiga bagian yaitu dua bentang samping sepanjang 192 meter dan satu bentang utama sepanjang 434 meter. Jembatan utama menggunakan konstruksi cable stayed yang ditopang oleh menara kembar setinggi 140 meter. Lantai jembatan menggunakan konstruksi komposit setebal 2,4 meter.

Untuk mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura, jembatan ini memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.


Suramadu biasa digunakan sebagai Jalan Alternative untuk menyeberang ke Pulau madura selain menggunakan Kapal Ferry dari Dermaga Ujung Perak.


Naik Ferry maupun lewat Jembatan Suramadu mempunyai sensasinya sendiri, jika naik Ferry kita akan merasakan sensasi membelah ombak laut selat Madura, diiringi deburan ombak & angin laut kita bisa melihat Jembatan suramadu secara dari kejauhan, melihat kapal-kapal & perahu yang bertebaran sama-sama melintasi laut sepanjang selat Madura.



Jika Lewat Suramadu kita akan disuguhkan dengan pemandangan sepanjang jembatan dengan tiupan anginnya yang kencang, & setelah sampai di seberang, disambut oleh puluhan warung-warung kecil pinggir jalan yang menawarkan berbagai macam pernak-pernik,cendera mata & Kuliner Khas Madura, Nah silahkan mencoba keduanya bagi anda yang ingin sekali-sekali jalan-jalan ke Madura. (A6)

Baca selengkapnya