Tampilkan postingan dengan label Taukah Anda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taukah Anda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Oktober 2019

6 Kebiasaan Orang Indonesia saat sakit yang ternyata salah secara Medis

6 Kebiasaan Orang Indonesia saat sakit yang ternyata salah secara Medis


Sebagai orang Indonesia kita pasti sudah sering mendengar atau mengalami sendiri tentang 6 kebiasaan yang berhubungan dengan kesehatan yang akan kita bahas ini, pastinya sudah tidak asing lagi di telinga kita, karena sudah turun temurun beredar di lingkungan masyarakat kita, mungkin juga di lingkungan keluarga kita sendiri, Sehingga akhirnya menjadi sebuah kepercayaan/ kebiasaan yang pertama kali dilakukan sebelum mengambil tindakan medis. Padahal secara medis kebiasaan yang kita percaya selama ini ternyata salah.

Apa sajakah itu?? Simak Mitos & Penjelasannya berikut ini :

1.   Memakai Selimut/ Pakaian tebal saat demam
Kebanyakan yang dilakukan orang saat demam adalah berselimut/ berpakaian tebal, ini termasuk kebiasaan saya sendiri, karena saat demam badan terasa dingin/ menggigil, secara logika kalau kedinginan ya berselimut, setelah keringat badan keluar semua, hilang juga demamnya & badan terasa enak lagi.

Faktanya, Berselimut/ memakai Pakaian tebal malah akan menaikkan suhu tubuh. Jika suhu tubuh semakin tinggi (39 Derajat atau lebih) pada anak-anak bisa menyebabkan kejang-kejang, biasa dikenal  dengan step di masyarakat. Nah sebaiknya memakai pakaian tipis saat demam walaupun terasa dingin, dibarengi dengan minum obat penurun panas.

2.   Saat demam, tidak boleh mandi
Bukan hanya tidak boleh mandi, tapi juga malas mandi, hehe karena merasa jika dibawa mandi akan semakin parah. Faktanya, dengan mandi dapat menurunkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Tetapi jika Demamnya tinggi sampai menggigil, lebih baik mandi dengan air hangat, atau jika tetap tidak ingin mandi, bisa dikompres dengan air hangat.

3.   Mandi malam, bisa menyebabkan Rematik
Nah, Larangan yang ini juga kita pasti sudah sering mendengar, “Jangan Mandi malam, nanti Rematik, Paru-paru basah,” dll.
Faktanya, Pada orang dengan kondisi sehat tidak ada masalah mandi malam, apalagi jika keadaan tubuh kotor, berdebu, keringatan, dll masa tidak mandi, selain badan terasa risih & tidak enak, juga akan menimbulkan masalah lain pada orang sekitar kita, yaitu Bau, hehe.. Kecuali pada orang yang memang sudah punya penyakit rematik, sebaiknya mandi dengan air hangat.

4.   Penderita Cacar Air/ Campak tidak boleh mandi
Mungkin karena namanya cacar air, jadi tidak boleh kena air, Padahal Fakta nya tidak begitu, anggapan tersebut malah bertentangan dengan prinsip medis. Penderita cacar air/ campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus rajin menjaga kebersihan kulit, yaitu dengan sering mandi, untuk mencegah perluasan penyakit pada kulit. Selain itu juga tetap harus berobat ke dokter.

5.   Jika Kena Angin duduk harus dikerok/ Pijat
Angin duduk adalah rasa nyeri di dada seperti ditekan/ ditindih yang muncul karena adanya gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung akibat penyempitan pembuluh darah jantung (koroner). Pembuluh ini yang berfungsi menyuplai darah yang kaya akan oxygen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah untuk tubuh dengan baik.

Nah, ketika terjadi penyempitan pada pembuluh koroner ini, maka suplai Oxygen pun terganggu, Dan jantung pun tidak bisa memompa darah dengan Maksimal, kondisi ini biasa disebut juga dengan Penyakit jantung Koroner.

Jika kita fahami dari penyebabnya mana mungkin bisa sembuh hanya dengan kerokan atau dipijat. Ini tergolong penyakit berat, bisa juga gejala awal serangan jantung. Yang paling tepat adalah membawa penderita ke dokter untuk mendapat penangan khusus.

6.   Menyembuhkan Masuk Angin degan Kerokan
Sering kali jika Masuk angin, Lalu kita kerokan, ternyata benar-benar terasa sembuh, pegal-pegal & meriangnya hilang. Benarkah dengan kerokan bisa menyembuhkan masuk angin?

Faktanya dengan kerokan tidaklah membuat anginnya keluar, karena dari istilahnya pun sudah salah, yang dimaksud masuk angin bukanlah tubuh kita kemasukan angin, melainkan hanya sebuah istilah yang sering dipakai masyarakat Indonesia saat merasa tidak enak badan, demam, menggigil, pegal-pegal, perut kembung dan lain-lain.

Saat kerokan, apalagi biasanya menggunakan uang logam, membuat pembuluh kapiler tepi pada kulit pecah sehingga menimbulkan rasa sakit, Itulah yang menyebabkan rasa sakit pertama ( pegal-pegal, nyeri otot, dll yang disebut masuk angin ), jadi seolah-olah berkurang/ hilang, padahal hanya terlupakan sejenak karena timbulnya rasa sakit kedua akibat kerokan tersebut, dan akan muncul lagi gejalanya setelah beberapa saat.

Nah, itulah beberapa kepercayaan di masyarakat kita yang sudah dipercaya turun-temurun, tapi ternyata Cuma Mitos. Semoga penjelasan diatas bisa menambah wawasan kita.


Baca selengkapnya

Selasa, 15 Januari 2019

Terapi Suara hujan Untuk Relaksasi menenangkan fikiran dan mengatasi susah tidur

Terapi Suara hujan Untuk Relaksasi menenangkan fikiran dan mengatasi susah tidur



Pernahkah kamu mengalami, Entah kenapa setiap mendengar suara hujan hati ini jadi adem rasanya, apalagi kalau suara hujan deras disertai suara angin dan gemuruh guntur di kejauhan, lalu tetesan air menitik di atas atap rumah kita, tiba-tiba hati jadi nyaman, fikiran yang awalnya ruwet atau stress menjadi tenang, makin rileks, apalagi sambil merem, kita serasa menyatu dengan alam, dan... akhirnya terlelap.

Saya yakin kamu juga pasti akan merasakan hal yang sama. Karena ternyata suara hujan memang memiliki efek menenangkan. Kenapa bisa begitu? Adakah penjelasan ilmiahnya? Jawabnya ada, begini penjelasannya.

Setelah melalui penelitian, diketahui bahwa hujan yang turun membasahi tanah, mengeluarkan aroma yang khas, disebut Petrichor. Aroma ini berkhasiat memberi efek rileks sehingga bisa mengurangi stres pada fikiran kita dan membuat tidur jadi lebih nyenyak.

Karakteristik suara hujan memiliki ritme yang cenderung konstan juga menyamarkan berbagai suara berisik yang mengganggu, karena itulah suara hujan termasuk sebagai salah satu White Noise (semacam suara yang bisa menetralkan fikiran kita).
Apa itu White Noise?
White noise adalah suara yang dapat didengar dengan frekuensi antara 20 sampai 20.000 Hertz (Hz) serta memiliki amplitudo serta intensitas yang sama.
Yang termasuk berbagai White Noise lainnya adalah : Suara alam, seperti suara hujan, suara deburan ombak, suara angin yang berhembus di hutan, termasuk juga suara jangkrik, dan suara-suara burung di hutan lainnya
Yang biasa kita temui di rumah sperti seperti gelombang statis dari radio dan televisi,suara mesin misalnya suara pendingin ruangan (AC) atau kipas angin maupun suara mesin cusi, tapi ini termasuk White noise yang tidak enak didengar.
Nah sudah tahu kan kenapa Suara hujan bisa bikin pikiran kita menjadi tenang membuat tubuh menjadi lebih rileks dan membantu tubuh untuk segera tertidur dengan lebih lelap.
Nah jika sedang tidak musim hujan tapi kamu kepengen menenangkan fikiran dengan suara hujan bahkan bisa sekalian melihat suasana hujan agar lebih terasa benar-benar sedang merasakan dalam keadaan hujan-hujanan bisa dengan nonton video nya dibawah ini

Selamat menikmati.

Untuk Video Suasana Hujan Lainnya Bisa ke Postingan ini : Video Relaksasi suara hujan dan guntur




Baca selengkapnya

Jumat, 09 Maret 2012

Ini Yang Terjadi dengan Tubuh Kita Selama Berpuasa

Ini Yang Terjadi dengan Tubuh Kita Selama Berpuasa


Anda pasti pernah berfikir takut kehabisan tenaga saat berpuasa? Jadinya Anda memilih malas-malasan dan mengurangi aktivitas fisik dari yang biasanya.

Ternyata fikiran itu salah, karena selama berpuasa, tubuh Anda menghasilkan energi sendiri, yaitu dengan membakar sumber daya atau cadangan energi yang disimpan oleh tubuh. Cadangan sumber daya ini terbuat dari kelebihan lemak, karbohidrat, dan gula untuk menghasilkan energi.

Hati adalah organ yang paling berperan penting dalam proses ini, yang mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi untuk tubuh.

Selain itu, Berpuasa mempunyai banyak manfaat untuk tubuh. Salah satunya adalah terjadinya proses Detoksifikasi. Sebuah proses pembuangan racun yang ada dalam tubuh, yang terjadi saat usus besar, ginjal, paru-paru, hati, kelenjar getah bening, dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun dari dalam tubuh. Proses ini dipercepat saat sedang berpuasa karena tubuh memecah lemak. Bahan kimia dan racun yang diserap dari makanan dan lingkungan yang disimpan dalam cadangan lemak, akan dilepaskan selama berpuasa.

Saat berpuasa juga terjadi proses penyembuhan bagi tubuh, pikiran, dan jiwa dengan cara yang simultan. Pada tingkat fisik, energi dan sumber daya dialihkan dari sistem pencernaan (yang saat tidak berpuasa terus-menerus bekerja) ke sistem kekebalan tubuh dan proses metabolisme sehingga kemampuan tubuh untuk penyembuhan dan pembangunan kembali berjalan optimal.

Penelitian medis juga menemukan bahwa berpuasa juga bermanfaat untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan yang tidak normal (abnormal) pada tubuh, seperti tumor misalnya. Jaringan atau sel-sel tumor menjadi kelaparan, karena tidak mendapat nutrisi dan karenanya lebih rentan untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh, sehingga tidak terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih parah di dalam tubuh.

Puasa juga memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan sumber daya dan fokus pada pembangunan kembali (rebuilding)  pada tingkat mikroskopis seperti DNA dan RNA  menjadi lebih efisien dalam mentranskripsikan protein dan jaringan yang dibutuhkan tubuh.

Perubahan lain yang terjadi dalam tubuh selama puasa adalah sedikit penurunan suhu inti tubuh karena penurunan tingkat metabolisme dan fungsi tubuh secara umum. Kadar gula darah juga menjadi turun karena tubuh menggunakan cadangan glikogen dalam hati, dan angka dasar metabolik (BMR) dikurangi dalam rangka untuk menghemat energi.

Sedangkan pada sistem pencernaan, yang sangat sering kelebihan beban, karena tak henti-hentinya disuruh bekerja setiap hari, pada saat berpuasa juga melakukan prose pembersihan sendiri sehingga pencernaan lebih efisien dan penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.

Di lain sisi, lapisan lambung dan usus mengikis masalah 'sampah' tubuh, yaitu sisa makana yang menempel pada dinding-dindingnya.

Proses lainnya yang menopang infrastruktur dasar tubuh juga meningkat selama berpuasa, misalnya produksi hormon yang meningkat serta pelepasan hormon anti-penuaan.


Alhamdulillah... Ternyata Islam punya solusi untuk kesehatan jasmani dan rohani kita sebagai manusia dengan cara yang alamiah dan mudah dilakukan siapapun, dan hebatnya lagi, metode ini sudah diajarkan oleh nabi Kita Muhammad ﷺ.

Sumber dari artikel ilmiah di Majalah Emel yang terbit di Inggris & disarikan oleh Media Online Republika

Baca selengkapnya

Kamis, 18 Agustus 2011

Selasa, 09 Agustus 2011

Kerja Kantoran Ternyata Bisa Merusak Tubuh

Kerja Kantoran Ternyata Bisa Merusak Tubuh





Bekerja di kantor memang selalu identik dengan kenyamanan karena ruangan rapi dan ber AC. Namun siapa sangka di balik itu semua duduk seharian di kantor ternyata bisa membawa merusak tubuh kita.

Seperti dilansir dari businessinsider, berikut adalah penyebab kerja kantoran bisa merusak tubuh kita jika tidak diimbangi dengan olahraga teratur :

Duduk seharian

Duduk seharian, berjam jam atau dalam waktu yang lama, sangat tidak baik untuk tubuh. Pegal dan nyeri punggung merupakan akibatnya, bahkan dalam beberapa kasus bisa menimbulkan kematian. Juga bisa meningkatkan risiko kesalahan otot dan tulang, obesitas, kanker, penyakit jantung dan sebagainya.

Mesin Printer dan fotokopi

Filter mesin fotokopi yang tidak diganti berkala adalah sumber ozon yang mematikan. Jumlah kecilnya menimbulkan nyeri di dada dan iritasi. Printer laser juga memiliki partikel yang mengganggu aliran darah dan gangguan pernapasan.

Sering pakai laptop

Laptop menyalurkan tingkat panas yang lebih tinggi. Peneliti di NYU menemukan lelaki yang lebih sering menggunakan laptop, memiliki temperatur sperma yang lebih panas dan sedikit, dan untuk wanita, lebih banyak mendapat masalah kulit.

Kerja lebih dari 10 jam per hari

Peneliti di Eropa menemukan orang yang bekerja 10 jam per hari atau lebih, berisiko 60% lebih tinggi akan masalah kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan angina (angin duduk-penyakit jantung akibat kurang pasukan oksigen).

Sering terpapar sinar lampu

Ruangan kantor pasti selalu diterangi lampu dari pagi hingga larut malam (jika lembur). Tubuh memiliki jam istirahat sendiri, ia akan menganggap cahaya terang sebagai tanda untuk terus beraktivitas. Akibatnya, tubuh tetap siaga dan berisiko terkena darah tinggi, keletihan, dan kanker kulit ringan.

Stres berkepanjangan karena deadline

Kurangnya manajemen waktu membawa seseorang selalu dikejar deadline. Stres ini akan memengaruhi daya ingat dan daya belajar otak Anda, seperti dikutip dari ScienceDaily. Stres jangka pendek ini sama buruknya dengan stres jangka panjang.

Perlengkapan yang kotor

Perlengkapan kantor yang kotor, seperti keyboard komputer yang selalu kita gunakan sehari-hari akan jadi sumber berkembang biaknya bakteri jika tak dibersihkan berkala. Studi menunjukkan keyboard 5 kali lebih kotor daripada dudukan toilet. Bakteri berbahaya seperti e.coli dan coliform sering terkait dengan keracunan makanan dan infeksi usus akibat staphylococcus.

Jenuh berkepanjangan

Menurut para peneliti dari University College London, rasa bosan bisa memperpendek umur Anda. Mereka yang sering mengeluh kebosanan lebih berisiko mati muda, terkena gangguan jantung, stroke, dan kecelakaan kecil di tempat kerja.

Baca selengkapnya

Senin, 08 Agustus 2011

Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak

Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak



Berpuasa adalah salah satu ibadah yang diperintahkan oleh agama islam. Dibeberapa agama lainpun ada yang mempunyai ritual untuk berpuasa.  Ritual keagamaan dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol oleh otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa berpuasa bisa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat beregenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya degan latihan mental yang dilakukan terus-menerus,” kata Taufik yang dilansir oleh media Tempo.

Otak merekam semua kegiatan yang kita lakukan secara simultan. termasuk aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh terbiasa menjalani rutinitas seperti makan sahur pada dini hari, menahan diri dari makan, minum, dan hubungan badan (seks) pada siang hari, kemudian berbuka / makan di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya seperti sholat tarawih pada tiap malamnya.

Ringkasnya apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, akan menyebabkan struktur otaknya berubah. Perubahan sel saraf itu terjadi dalam waktu minimal 21 hari. Menurut Taufik juga, puasa merupakan latihan mental dengan perantara latihan menahan kebutuhan pokok tubuh/ fisik (seperti makan, minum, seks).

Selain akan membentuk struktur otak baru, puasa juga merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama berpuasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

Contohnya, otak dapat mengingat dengan lebih baik di saat perasaan tenang dan rileks. Ketika tidur, orang biasanya bermimpi. Kenapa? Karena saat tidur otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Di dalam Kitab suci Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-Nafs al-Muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang hanya dalam suasana tenang seseorang dapat berpikir dengan lebih baik dan memiliki kepekaan hati yang lebih tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi persoalan dan masalah.

Dalam Al-Qur,an diabadikan sebuah kisah ajaran luhur dari seorang ayah kepada anaknya, yaitu Luqman al-Hakim, dia pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut terlalu penuh dengan makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari mengatakan hikmah (kebijaksanaan), dan akan malas lah semua anggota badan untuk beribadah.”

Otak terdiri atas triliunan sel yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Di dalamnya bisa menyimpan 1 miliar bit memori atau ingatan, sama dengan menyimpan  informasi dari 500 set ensiklopedia.

Di dalam otak juga ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Berfungsi sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang sakit atau sudah mati, akan ‘dimakan’ (dibersihkan) oleh sel-sel neuroglial ini. Bahkan fisikawan terkenal Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Saat dia meninggal dan mendonasikan tubuhnya untuk penelitian, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.

Sebuah penelitian yang dilakukan seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, John Rately menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak orang yang berpuasa dan yang tidak. Dari hasil penelitian itu orang yang berpuasa aktivitas motor korteks nya meningkat secara konsisten dan signifikan.

Taufik juga menjelaskan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, dimulai sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.

Baca selengkapnya

Rabu, 15 Juni 2011

Penjelasan Ilmiah Tindihan Saat Tidur dan Tips Mengatasinya

Penjelasan Ilmiah Tindihan Saat Tidur dan Tips Mengatasinya



Di Postingan Sebelumnya Kita telah membahas Tentang Mitos Tindihan dari kacamata mistis, nah, Kali ini kita akan membahasnya dari sudut pandang Ilmiah, karna seganjil apapun sesuatu yang terjadi di dunia ini pasti bisa dijelaskan secara ilmiah, hanya sering kita saja yang tidak mengetahuinya, karna pengetahuan kita tidak sampai kesana. Bahwa Saat mengalami Tindihan saat tidur sebenarnya Anda tidak sedang diganggu makhluk halus. Nah, untuk lebih jelasnya Ini dia penjelasan ilmiahnya.

Saat mengalami tindihan biasanya kita seakan-akan sulit bergerak dan ada sensasi rasa dingin dari ujung kaki sampai ke seluruh tubuh. Biasanya juga disertai munculnya seolah-olah ada bayangan gelap besar diatas tubuh kita. Hal inilah yang diasumsikan dengan “ketindihan” makhluk halus oleh sebagian besar masyarakat. Dalam bahasa Mandarinnya disebut “gui ya shen”. Setelah itu biasanya kita akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa bangun, dengan berbagai cara, mulai dari menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau mengangkat dan menggerakkan kepala sekencang-kencangnya, biasanya juga sambil membaca berbagai doa yang kita hafal dengan harapan sesuatu atau makhluk yang menindih kita segera pergi sehingga tubuh kita bisa digerakkan kembali. Benarkan?? Karena saya juga sering mengalaminya hehe..

Sleep Paralysis

Dalam ilmu medis, keadaan seperti diatas itu disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena saat itu kita merasa tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir semua orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau beberapa kali selama hidupnya. Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, baik lelaki ataupun perempuan, bahkan anak-anak, karena saya juga sudah mengalaminya sejak anak-anak umur belasan. Dan usia rata-rata seseorang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah sekitar 14-17 tahun.

Sleep paralysis alias tidur lumpu atau tindihan ini bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga hitngan menit. Yang menarik, saat itu terjadi seringnya kita juga mengalami halusinasi, seolah-olah melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur, tepatnya diatas tubuh kita. Karena itulah, fenomena ini juga sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Bahkan seperti sudah dibahas pada postingan sebelumnya, fenomena ini tidak hanya dikenal di dunia timur atau kawasan asia, tapi juga Di dunia Barat, fenomena tindihan ini sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Sebagian orang ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, fenomena tindihan ini digambarkan dengan sesosok roh jahat yang sedang menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas. Lebih jelasnya bisa dibaca postingan ini : Mitos Tindihan Saat Tidur dari Berbagai Benua Dunia

Kendati identik dengan fenomena mistis, tindihan ini sebenarnya merupakan gejala ilmiah yang wajar dapat terjadi dan digolongkan sebagai salah satu jenis gangguan tidur.

Menurut seorang peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, bernama Al Cheyne, , sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap REM (rapid eye movement). Seperti diketahui, berdasarkan gelombang otak pola tidur terbagi dalam 4 tahapan yaitu :

1.      Tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar, badan sudah tertidur tapi masih bisa mendengar suara)
2.      Tahap tidur yang lebih dalam,
3.      Tidur paling dalam, dan
4.      Tahap REM (Rapid Eye Movement = gerak mata depan saat tidur) dimana seluruh badan telah benar-benar istirahat termasuk otak, dan Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Pada 80 menit pertama saat tidur, seseorang mengalami fase Non REM yang ditandai dengan beberapa gerakan minor dan bola mata yang bergerak-gerak pelan. Setelahnya, selama 10 menit, tubuh akan memasuki tahap REM yang ditandai dengan hembusan nafas yang cepat, detak jantung meningkat, dan gerakan bola mata yang cepat. Pada kondisi REM inilah seseorang bisa melihat objek atau visualisasi tertentu dalam mimpi.

Siklus 90 menitan ini akan terus berulang sampai terbangun. Dalam satu periode tidur, seseorang bisa mengalami 3-6 kali siklus. Nah, sleep paralysis kerap terjadi pada saat transisi kondisi REM dreaming sleep dan kondisi sadar. Pada saat ini, fungsi anggota gerak tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ada kalanya otak tidak mengakhiri fase ini saat mata sudah terbangun. Hal inilah yang menyebabkan seseorang merasa kaku dan tidak bisa bergerak saat terjaga. Uniknya, fase ketimpangan masa transisi ini hanya terjadi selama beberapa detik, namun pengalaman tindihan yang diperoleh bisa terasa lama.

Lalu apa yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan tidur seperti ini? Salah satunya adalah Kurang Tidur.

Pada saat kondisi tubuh terlalu lelah, kurang istirahat atau kekurangan tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur seperti yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak beranjak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke tahapan dreaming sleep, tahapan terjadinya mimpi (REM).

Nah ketika otak kita mendadak terbangun dari tahap REM ini, tapi tubuh kita belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, karena otak sudah terbangun dan berfungsi seperti biasa, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi munculnya halusinasi sosok lain yang sebenarnya ini adalah ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa terjadi karena sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Pengaruh dari lingkungan kerja juga bisa menjadi pemicu. Misalnya, Anda bekerja pada shift malam, berjaga malam atau ronda,dll sehingga menyebabkan Anda memiliki pola tidur yang tidak teratur, kurang istirahat dan kekurangan tidur.

Meskipun sudah biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis juga bisa merupakan pertanda dari narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, cobalah membuat catatan mengenai pola tidur Anda selama beberapa minggu. Ini bisa membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, cara mengatasinya adalah dengan menghindari penyebabnya tersebut. Jika peneybabnya anda terlalu lelah bekerja atau beraktifitas, sebaiknya lebih banyaklah beristirahat, karena Kurang tidur tidak bisa dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, itu artinya kondisinya sudah berat. Cukupi kebutuhan tidur Anda, usahakan tidur selama 8-10 jam pada jam yang sama setiap malamnya.

Perlu juga kita ketahui, sleep paralysis seringnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi terlentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Karena itu, kita perlu sering-sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur sleep paralysis ini.

Posisi tidur terbaik, khususnya untuk umat muslim adalah seperti yang sudah diajarkan Nabi Kita Rasuullah Muhammad ﷺ, yaitu dengan menghadap ke kanan, dengan posisi jantung di dada kiri kita berada diatas tubuh, karena dapat membantu meringankan kerja jantung saat tertidur sehingga dapat benar-benar rileks.

Nah, jika masalah tindihan ini disertai juga oleh gejala lain, sebaiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk pemeriksaan lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan gangguan tidur tersebut dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan evaluasi diri yang telah Anda buat sebelumnya akan sangat membantu pemeriksaan dokter.

Saat kita mengalami Sleep paralysis atau tindihan,s usahakan tetap tenang, jangan panik dan atur nafas dengan teratur, dan berikut beberapa Tips untuk pencegahannya:

  • Atur posisi tidur dengan baik, jangan tidur dalam posisi terlentang, karena dapat meningkatkan resiko sleep paralysis. posisi yang ideal adalah menghadap ke kanan seperti sunnah Rasulullah
  • Berdo’a, karena doa selain bisa memberi sugesti positif pada diri kita, juga memberikan efek rileksasi sekaligus menanamkan keyakinan bahwa setiap gangguan yang terjadi bisa diatasi.
  • Jadwalkan istirahat dan tidur yang teratur.
  • Relaksasi sebelum tidur. Suara-suara alam seperti suara hujan, angin, burung, dll yang memiliki efek menenangkan bisa membantu.
  • Menjaga pola makan dan menghindari zat kafein. 
Semoga bermanfaat.

Baca selengkapnya