Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Desember 2018

Keutamaan hari Jumat dan Anggapan yang salah kaprah

Keutamaan hari Jumat dan Anggapan yang salah kaprah


Apa yang ada di fikiran Anda jika mendengar hari Jumat? Bagi generasi 80-an pasti yang teringat adalah Jumat hari yang menakutkan, apalagi malam jumat kliwon, dipercaya sebagai malam bergentayangannya hantu-hantu, setan, jin & semua makhluk halus yang mengerikan. Saya juga pernah mengalaminya karena dari kecil selalu mendengar cerita-cerita horor tentang malam atau hari jumat, kenapa itu bisa terjadi?

Mungkin salah satunya disebabkan sejak era 80-an yang sering kita saksikan hampir di semua tayangan TV atau drama radio, bahkan majalah, komik, novel, dll yang selalu disajikan adalah cerita  horor, hari Jumat selalu dikaitkan dengan hari kebangkitan para makhluk halus. jadilah, hari Jumat adalah hari yang menyeramkan!

Tidak hanya itu, hari jumat juga dikesankan sebagai hari yang penuh keburukan dan kesialan, barang siapa bepergian di hari itu maka akan sial atau terjadi kecelakaan.

Di era Milenial seperti sekarang ada pergeseran makna tentang hari jumat, anak zaman milenial lebih mengenal hari atau malam jumat dengan sesuatu yang berkaitan dengan nafsu birahi, sering terdengar istilah sunah Rasul, saat malam jumat tiba, sunah rasul yang dimaksud adalah melakukan ritual persetubuhan dengan istri yang sah, tetapi makin kesini istilah ini makin menyesatkan, karena juga dipakai oleh anak-anak muda, abg-abg yang bahkan belum menikah, belum mempunyai pasangan yang sah, jadi istilah ini akhirnya jadi semakin melenceng dan seolah-olah menjadi legitimasi bagi mereka untuk berbuat tidak senonoh dengan pasangan tidak sahnya, dan ini sudah menjadi istilah yang biasa di zaman sekarang, sungguh miris, karena semua pemahaman tentang hari jumat yang dipaparkan diatas adalah tidak benar dan menyesatkan.

Andai Rasulullah Muhammad ﷺ masih hidup di tengah-tengah kita, dan mendengar tentang ini mungkin baginda akan sangat marah. Karena baginda Rasul sangat memuliakan hari Jumat. Dalam banyak riwayat, Rasulullah bahkan menyuruh kita untuk memuliakan hari itu juga.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda. “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan dari
padanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Hadist Riwayat Muslim]

Rasulullah juga pernah bersabda :Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata: ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An-Nasa’i)

Keistimewaan lainnya dari hari Jumat adalah dibandingkan hari-hari lainnya dalam sepekan ibarat bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan lainnya,  sebagai hari raya yang dikhususkan untuk umat islam, sebagaimana hari minggu untuk umat Nasrani dan hari sabtu untuk umat Yahudi. Dan dari 24 jam di hari jumat terdapat satu waktu mustajab yang apabila seseorang berdoa tepat di waktu itu maka doanya akan diijabah (dikabulkan), mustajabnya waktu itu sebagaimana mustajabnya malam lailatur qodar di bulan Ramadhan. Wallahu a’lam bissawab.
Baca selengkapnya

Jumat, 09 Maret 2012

Ini Yang Terjadi dengan Tubuh Kita Selama Berpuasa

Ini Yang Terjadi dengan Tubuh Kita Selama Berpuasa


Anda pasti pernah berfikir takut kehabisan tenaga saat berpuasa? Jadinya Anda memilih malas-malasan dan mengurangi aktivitas fisik dari yang biasanya.

Ternyata fikiran itu salah, karena selama berpuasa, tubuh Anda menghasilkan energi sendiri, yaitu dengan membakar sumber daya atau cadangan energi yang disimpan oleh tubuh. Cadangan sumber daya ini terbuat dari kelebihan lemak, karbohidrat, dan gula untuk menghasilkan energi.

Hati adalah organ yang paling berperan penting dalam proses ini, yang mengubah lemak menjadi zat kimia yang disebut keton tubuh berupa tiga senyawa larut dalam air yang kemudian digunakan sebagai sumber energi untuk tubuh.

Selain itu, Berpuasa mempunyai banyak manfaat untuk tubuh. Salah satunya adalah terjadinya proses Detoksifikasi. Sebuah proses pembuangan racun yang ada dalam tubuh, yang terjadi saat usus besar, ginjal, paru-paru, hati, kelenjar getah bening, dan kulit menghilangkan atau menetralkan racun dari dalam tubuh. Proses ini dipercepat saat sedang berpuasa karena tubuh memecah lemak. Bahan kimia dan racun yang diserap dari makanan dan lingkungan yang disimpan dalam cadangan lemak, akan dilepaskan selama berpuasa.

Saat berpuasa juga terjadi proses penyembuhan bagi tubuh, pikiran, dan jiwa dengan cara yang simultan. Pada tingkat fisik, energi dan sumber daya dialihkan dari sistem pencernaan (yang saat tidak berpuasa terus-menerus bekerja) ke sistem kekebalan tubuh dan proses metabolisme sehingga kemampuan tubuh untuk penyembuhan dan pembangunan kembali berjalan optimal.

Penelitian medis juga menemukan bahwa berpuasa juga bermanfaat untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan yang tidak normal (abnormal) pada tubuh, seperti tumor misalnya. Jaringan atau sel-sel tumor menjadi kelaparan, karena tidak mendapat nutrisi dan karenanya lebih rentan untuk dipecah dan dikeluarkan dari tubuh, sehingga tidak terus tumbuh dan berkembang menjadi lebih parah di dalam tubuh.

Puasa juga memungkinkan tubuh untuk memanfaatkan sumber daya dan fokus pada pembangunan kembali (rebuilding)  pada tingkat mikroskopis seperti DNA dan RNA  menjadi lebih efisien dalam mentranskripsikan protein dan jaringan yang dibutuhkan tubuh.

Perubahan lain yang terjadi dalam tubuh selama puasa adalah sedikit penurunan suhu inti tubuh karena penurunan tingkat metabolisme dan fungsi tubuh secara umum. Kadar gula darah juga menjadi turun karena tubuh menggunakan cadangan glikogen dalam hati, dan angka dasar metabolik (BMR) dikurangi dalam rangka untuk menghemat energi.

Sedangkan pada sistem pencernaan, yang sangat sering kelebihan beban, karena tak henti-hentinya disuruh bekerja setiap hari, pada saat berpuasa juga melakukan prose pembersihan sendiri sehingga pencernaan lebih efisien dan penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.

Di lain sisi, lapisan lambung dan usus mengikis masalah 'sampah' tubuh, yaitu sisa makana yang menempel pada dinding-dindingnya.

Proses lainnya yang menopang infrastruktur dasar tubuh juga meningkat selama berpuasa, misalnya produksi hormon yang meningkat serta pelepasan hormon anti-penuaan.


Alhamdulillah... Ternyata Islam punya solusi untuk kesehatan jasmani dan rohani kita sebagai manusia dengan cara yang alamiah dan mudah dilakukan siapapun, dan hebatnya lagi, metode ini sudah diajarkan oleh nabi Kita Muhammad ﷺ.

Sumber dari artikel ilmiah di Majalah Emel yang terbit di Inggris & disarikan oleh Media Online Republika

Baca selengkapnya

Kamis, 18 Agustus 2011

Senin, 08 Agustus 2011

Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak

Puasa Ternyata Ubah Struktur Otak



Berpuasa adalah salah satu ibadah yang diperintahkan oleh agama islam. Dibeberapa agama lainpun ada yang mempunyai ritual untuk berpuasa.  Ritual keagamaan dan spiritualitas merupakan bentuk perilaku manusia yang dikontrol oleh otak. Ketua Centre for Neuroscience, Health, and Spirituality (C-NET) Doktor Taufiq Pasiak mengatakan bahwa berpuasa bisa menjadi latihan mental yang berkaitan dengan sifat otak, yakni neuroplastisitas. “Sel-sel otak dapat beregenerasi dan membentuk hubungan struktural yang baru, salah satunya degan latihan mental yang dilakukan terus-menerus,” kata Taufik yang dilansir oleh media Tempo.

Otak merekam semua kegiatan yang kita lakukan secara simultan. termasuk aktivitas puasa. Selama satu bulan, tubuh terbiasa menjalani rutinitas seperti makan sahur pada dini hari, menahan diri dari makan, minum, dan hubungan badan (seks) pada siang hari, kemudian berbuka / makan di petang hari serta menjalankan ibadah Ramadan lainnya seperti sholat tarawih pada tiap malamnya.

Ringkasnya apabila seseorang melakukan perbuatan baik secara terus-menerus, akan menyebabkan struktur otaknya berubah. Perubahan sel saraf itu terjadi dalam waktu minimal 21 hari. Menurut Taufik juga, puasa merupakan latihan mental dengan perantara latihan menahan kebutuhan pokok tubuh/ fisik (seperti makan, minum, seks).

Selain akan membentuk struktur otak baru, puasa juga merelaksasi sistem saraf, terutama otak. Tapi ada perbedaan mendasar antara relaksasi sistem pencernaan dan sistem saraf. Selama berpuasa, sistem pencernaan benar-benar beristirahat selama sekitar 14 jam, sementara di dalam otak orang yang berpuasa justru terjadi pengelolaan informasi yang banyak.

Contohnya, otak dapat mengingat dengan lebih baik di saat perasaan tenang dan rileks. Ketika tidur, orang biasanya bermimpi. Kenapa? Karena saat tidur otak hanya menerima dan mengelola informasi yang berasal dari dalam dirinya sendiri. Di dalam Kitab suci Al-Quran, menurut Taufik, ada istilah an-Nafs al-Muthmainah (jiwa yang tenang) karena memang hanya dalam suasana tenang seseorang dapat berpikir dengan lebih baik dan memiliki kepekaan hati yang lebih tajam. “Ketenangan membuat kita tidak reaktif menghadapi persoalan dan masalah.

Dalam Al-Qur,an diabadikan sebuah kisah ajaran luhur dari seorang ayah kepada anaknya, yaitu Luqman al-Hakim, dia pernah menasihati anaknya, “Wahai anakku, apabila perut terlalu penuh dengan makanan, maka gelaplah pikiran, bisulah lidah dari mengatakan hikmah (kebijaksanaan), dan akan malas lah semua anggota badan untuk beribadah.”

Otak terdiri atas triliunan sel yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Di dalamnya bisa menyimpan 1 miliar bit memori atau ingatan, sama dengan menyimpan  informasi dari 500 set ensiklopedia.

Di dalam otak juga ada sel yang disebut sebagai neuroglial cells. Berfungsi sebagai pembersih otak. Saat berpuasa, sel-sel neuron yang sakit atau sudah mati, akan ‘dimakan’ (dibersihkan) oleh sel-sel neuroglial ini. Bahkan fisikawan terkenal Albert Einstein dikenal sebagai orang yang suka berpuasa. Saat dia meninggal dan mendonasikan tubuhnya untuk penelitian, para ilmuwan menemukan sel-sel neuroglial di dalam otak Einstein 73 persen lebih banyak ketimbang orang kebanyakan.

Sebuah penelitian yang dilakukan seorang psikiater dari Universitas Harvard, Amerika Serikat, John Rately menunjukkan bahwa pengaturan dan pembatasan asupan kalori akan meningkatkan kinerja otak. Dengan alat functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI), Rately memantau kondisi otak orang yang berpuasa dan yang tidak. Dari hasil penelitian itu orang yang berpuasa aktivitas motor korteks nya meningkat secara konsisten dan signifikan.

Taufik juga menjelaskan bahwa puasa adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs (menumbuhkan nafsu) dan tarbiyatun iradah (mendidik kehendak). Karena itu, dimulai sejak niat puasa, perilaku selama berpuasa dan ritual-ritualnya berada dalam konteks memperbaiki nafsu, menumbuhkan, kemudian mengelola kemauan-kemauan manusia.

Baca selengkapnya